Banjir di Indramayu, Warga Mengungsi ke Sekolah

Banjir Landa Indramayu, Ratusan Warga Mengungsi ke Sekolah dan Fasilitas Umum

INDRAMAYU – Curah hujan tinggi yang terjadi belakangan ini, diperparah dengan luapan air sungai, telah menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, dengan gedung sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi pilihan utama sebagai posko pengungsian sementara.

Menurut data terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, beberapa kecamatan terdampak cukup parah, dengan ketinggian air di permukiman warga mencapai antara 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik.

“Sejumlah desa di Kecamatan Patrol, Sukra, hingga Kandanghaur menjadi wilayah yang paling terdampak. Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sejak dini hari, memaksa warga untuk segera melakukan evakuasi,” ujar Kepala BPBD Indramayu, [Sebutkan nama pejabat jika ada, atau ganti dengan “dalam keterangannya”].

Langkah cepat dilakukan oleh pemerintah daerah dan tim gabungan untuk mengevakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Sekolah-sekolah dasar (SD) dan masjid yang lokasinya lebih tinggi dan relatif aman dari genangan air kini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara.

Di salah satu lokasi pengungsian, yaitu di SDN [Sebutkan nama sekolah jika ada, atau ganti dengan “Sekolah Dasar Negeri terdekat”], ratusan warga berkumpul. Mereka tidur beralaskan terpal dan tikar seadanya di ruang kelas.

“Kami sekeluarga mengungsi ke sini karena air di rumah sudah setinggi lutut orang dewasa. Sekolah ini yang paling dekat dan dirasa aman,” kata Ibu Sumiati, salah satu pengungsi dari Desa [Sebutkan nama desa jika ada, atau ganti dengan “salah satu desa terdampak”].

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan berbagai organisasi sosial telah mendirikan dapur umum untuk memastikan kebutuhan makan dan minum para pengungsi terpenuhi. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, obat-obatan, dan pakaian layak pakai juga terus disalurkan ke posko-posko pengungsian.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat prediksi cuaca dari BMKG yang menyebut potensi hujan deras masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Pihak berwenang juga meminta warga untuk segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi. Kondisi terkini di lokasi, genangan air berangsur surut di beberapa tempat, namun proses pembersihan dan pendataan kerugian masih terus dilakukan.

Related posts

Warga Desa Telukagung Indramayu kecewa berat dengan adanya jalan Rusak Parah Pejabat Terkait Hanya Diam Saat Dikonfirmasi.

Penutupan jalan depan Kilang Pertamina RU VI Balongan menuju Cirebon bakal mulai diuji coba pada 15 Desember 2025.

Mendung awan kelabu dan hujan di sore hari kota Indramayu tercinta