Indramayu-mediatv99.com Kepolisian Resor (Polres) Indramayu, Polda Jawa Barat, melalui Sat Binmas menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana alam angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Kroya dan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Sabtu (25/10/2025) kemarin.
Kegiatan ini menjadi bentuk nyata empati dan kepedulian Polri terhadap pemulihan psikologis warga, khususnya anak-anak, pasca peristiwa bencana alam.
Kegiatan dilaksanakan di Blok Bogor Desa Sukamelang, Kecamatan Kroya, dan Blok Dangdur Desa Babakanjaya, Kecamatan Gabuswetan, dengan melibatkan sejumlah anak-anak dan warga sekitar yang terdampak bencana angin kencang tersebut.
Metode pendampingan yang digunakan mencakup ice breaking, permainan edukatif, serta pemberian motivasi dan bimbingan psikologis, agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan semangat dan rasa aman setelah mengalami kejadian menegangkan akibat terpaan angin kencang.
Selain kegiatan interaktif, tim juga memberikan snack dan kue sebagai bentuk hiburan dan pendekatan emosional kepada anak-anak yang terlibat.
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga dalam aspek pemulihan mental dan emosional.
“Kehadiran Polri tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga untuk memberikan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi korban bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu mereka kembali tersenyum, bersemangat belajar, dan menatap masa depan dengan optimis,” ujar AKP Tarno. Minggu (26/10/2025)
Ia menambahkan, trauma pasca-bencana sering kali meninggalkan dampak psikologis yang tidak terlihat namun berpengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak. Oleh karena itu, langkah intervensi dini seperti kegiatan ini sangat penting dilakukan.
Melalui kegiatan ini, Polres Indramayu menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang humanis. Kata AKP Tarno.”tutupnya
(redtim)